Now you can Subscribe using RSS

Submit your Email

Senin, 24 Juni 2024

Generasi Muda Punya Andil, BEM UNISNU Jepara Gelar Workshop Batik

Jepara, Magang Unisnu – Dalam rangkaian acara Gebyar Unisnu yang digelar pada Sabtu (22/6/24), Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara (BEM UNISNU) menyelenggarakan workshop batik di lapangan basket Unisnu Jepara. Acara ini tidak hanya memperkaya pengetahuan seni batik tetapi juga menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda.


Para peserta dengan gagah memamerkan hasil karyanya. (Documentasi Firdiantama)


Workshop ini merupakan hasil kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Jepara (SMK N 2 Jepara) dan mendapatkan dukungan penuh dari pihak universitas. Wakil Rektor Bidang 1, H. Mahalli, hadir mewakili Rektor Unisnu Jepara, sementara Presiden BEM Unisnu Jepara, Monika, turut serta memeriahkan acara.

Monika mengungkapkan, tujuan utama dari workshop ini adalah untuk memperkenalkan serta melestarikan budaya batik Jepara kepada generasi muda. “Kami ingin generasi berikutnya, termasuk generasi Z dan Alpha, dapat meneruskan tradisi dan budaya yang ada di Jepara,” tuturnya dengan semangat.

Apresiasi tinggi datang dari H. Mahalli yang dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada BEM UNISNU Jepara. “Saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya kegiatan ini. Semoga acara ini membuat anak muda lebih sadar dan tertarik untuk melestarikan budaya batik Jepara,” ujarnya penuh harapan.

Tidak berhenti pada workshop batik, malam harinya BEM Unisnu juga menggelar kegiatan Jagong Budaya. Acara ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang kebudayaan Jepara dan mempererat hubungan antar peserta.

Kegiatan ini diikuti oleh siswa-siswi tingkat SLTA se-Jepara, yang tampak antusias mengikuti setiap sesi. Melalui workshop ini, diharapkan para peserta dapat lebih mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya batik Jepara, sehingga warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang di masa mendatang.

Dengan adanya acara seperti ini, BEM Unisnu Jepara berharap dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan terhadap budaya lokal di kalangan generasi muda, serta mendorong mereka untuk terus melestarikan dan mengembangkan seni batik khas Jepara.

Jumat, 21 Juni 2024

Peziarah Makam Mantingan Meluber Di Malam Jumat Wage

Jepara, Magang Unisnu - Setiap malam Jum’at Wage kawasan wisata religi makam mantingan dipenuhi ratusan peziarah. Pengunjung yang berjumlah ribuan tersebut biasanya berasal dari kabupaten Jepara dan sekitarnya. Mereka terlihat memadati area makam sejak Kamis sore (20/06/2024) hingga Jum’at pagi.


Terlihat penuh hikmat para peziarah berdoa dengan saling berbagi tempat (Documentasi Firdiantama)


Menurut masyarakat mantingan, Raka (27) Kamis malam jum’at wage menjadi salah satu hari yang cukup disakralkan. malam tersebut menjadi satu moment khusus yang digunakan untuk mengirimkan do’a kepada ahli kubur. Hal tersebut memang terlihat kepadatan peziarah yang tak lazim dari malam malam sebelumnya.

"Sebenarnya makam mantingan memang ramai setiap malam jumat, namun berbeda di malam jumat Wage yang pengunjungnya bisa tiga kali lipat dari malam jumat biasanya",ungkapnya

Menurut juru kunci Makam Mantingan, Pak Ali mengatakan sudah menjadi adat dan budaya masyarakat muslim jawa. Masyarakat memang memanfaatkan malam jum’at wage sebagai tasyakuran. Lalu kemudian diiringi doa bersama dan berbagi "berkat".

“Kalau ditanya istimewanya apa, tidak terlalu istimewa juga, jangan kita lantas terlalu menganggap mistis. Kita ambil hikmahnya saja yang baik,” kata Pak Ali.

Sementara itu, Salah satu pengunjung asal desa sukosono, Andika bercerita memang sengaja ziarah di malam jumat. Dia beserta koleganya malah tidak tahu bahwa malam ini adalah malam jumat Wage. Mereka saat ini tengah meminta ridho kepada Tuhan yang maha esa terhadap persiapan kegiatannya.

"Yang utamanya kita ingin menenangkan pikiran karena kita punya hajat dalam waktu dekat, bukan tanpa alasan kita datang kesini ya bukan lain karena Raden Abdul Jalil, Sultan Hadlirin dan Ratu Kalinyamat adalah kekasih Allah maka kita datang kesini untuk mendoakan arwah leluhur yang sholih, Apalagi malam ini kita Jumat,”Ucapnya.

Selasa, 18 Juni 2024

Kulit Hewan Kurban Juga Membawa Berkah; Dapat mencapai Rp 33 Ribu per lembar Kulit Kambing, Kulit Sapi Dihargai Rp.96 Ribu

 Jepara, Magang Unisnu - Moment hari raya Idul Adha dimanfaatkan baik oleh tengkulak kulit sapi dan kambing. Mereka bisa meraup keuntungan berkali-kali lipat dari hari biasa. Hal itu terjadi karena stok kulit hewan kurban yang melimpah.


Proses pelelangan kulit hewan kurban yang berjalan damai. (Dokumentasi Firdiantama)



Amin, 52, Warga kabupaten Jepara, mengaku sudah bertahun-tahun menerima kulit hewan korban di rumahnya, Jalan Kolonel Sugiono, Kelurahan Kauman, Kecamatan/Kota Jepara. Keberadaan rumah bapak amin tersebut tidak perlu menunggu lama untuk di serbu para penjual kulit hewan kurban. Pasalnya, Amin mengaku sudah lama dikenal oleh para penjual kulit hewan kurban area Jepara kota.


"Bisnis seperti ini sudah berlangsung lama sebelum saya punya rumah disini, jadi para penjual sudah kenal saya, saya ndak perlu repot untuk mencari orang - orang untuk datang ke rumah, sudah pasti sebelum asar malah rumah saya diserbu, ya kita melayani para penjual datang dari pagi jam 10 sampai tengah malam jam 12, tergantung banyak sedikitnya orang datang", katanya.


Dari keterangannya, rata-rata Amin bisa mendapatkan ratusan lembar kulit sapi setiap tahunya. Namun tahun ini ia mengaku sedikit lebih berkurang dari tahun sebelumnya. Untuk selanjutnya, Dia meyakini ini belum semua penjual datang kerumahnya.


"Ini baru hari kedua sudah dapat 115 lembar kulit sapi, masih ada teman teman penjual yang belum bisa datang ke rumah karena jaraknya jauh, memang kita sudah terkenal di Jepara kota tapi juga banyak di luar kecamatan kota yang kalo jual kulit sapinya ke  kita karena kita bisa beli aga tinggi meskipun sedikit, kan itu yang buat mereka senang", ucapnya.


Dikatakan, untuk harga satu lembar kulit kambing Rp. 33 ribu, sedangkan untuk harga kulit sapi di sini Rp. Enam ribu per kilogram (kg)


"Memang dari dulu perhitungannya seperti itu, kulit kambing dihitung perlembar kalo kulit sapi memang harus di timbang karena beda jenis sapi beda berat biasanya, untuk kulit sapi si biasanya ada yang 15 kg per lembar ada juga tadi sampai 20 kg, ya tinggal dikalikan saja dengan Enam ribu nanti", bebernya.


Amin memastikan dalam moment seperti ini keuntungan dapat berjuta - juta. Meskipun belum pasti, nantinya dia akan menjualnya lagi ke tempat yang bisa membelinya dengan harga yang lebih baik. Sebab dia sudah lama menjadi tengkulak dan punya banyak teman di sana.


"Nanti yang ambil biasanya dari dari dalam kota, kalo harganya kurang pas, saya punya teman luar kota yang mau beli harga baik, tapi saya kena sabar tentang persoalan itu", ujarnya.


Sentosa, 45, salah satu pembeli pertama yang datang mengaku sudah berlangganan lama. Pria asal Progondo, Kecamatan Kalinyamat ,Jepara ini datang lebih awal agar bisa bernegosiasi dengan Amin soal harga. Dia mengatakan kulit tersebut tidak langsung dia proses, melainkan di garam agar awet.



"Saya harus negosiasi dulu agar tidak boncos juga, lebih awal kan lebih baik, sebelum para pembeli lain datang biasanya harganya bisa naik, ini juga ndak langsung saya proses, saya garam dulu baru nanti  bisa dipakai sewaktu waktu", pungkasnya.

Sabtu, 15 Juni 2024

Warung Mom Sir Menjadi Solusi Pengusir Lapar Mahasiswa.

 Jepara, Magang Unisnu - Kalian pasti banyak menemukan warung makan bermunculan di area sekitar kampus. Namun, tidak semua warung punya harga sesuai dengan kantong mahasiswa. Tapi jangan khawatir, di area Unisnu Jepara ada warung makan Mom Sir yang punya price list terramah sejagad raya.


Mom Sir yang sedang sibuk melayani tetangganya saat membeli rames. (Dokumentasi Firdiantama)


Warung makan yang berlokasi tepat di samping kampus ini punya banyak menu. Selain menu wajib ala warung makan yaitu Rames, Disini juga menyediakan soto, ayam geprek, semur, dan makanan ringan lainya. Menu - menu tersebut juga ditunjang dengan beraneka ragam gorengan dan es saset yang mencolok warnanya.


Bu sir selaku pemilik warung tersebut memang sengaja memasang harga miring. Beliau beralasan merasa simpati kepada mahasiswa yang punya dompet tipis. Meskipun begitu, Bu Sir mengaku tidak pernah merasa rugi malah sebaliknya.


"Saya jualan awalnya melihat suasana kampus yang ramai dan muncul warung warung kecil di sekitar rumah, jadi saya memanfaatkan peluang ekonomi yang tumbuh, tapi ada rasa kasian ketika mahasiswa merasa berat untuk makan saja, apalagi mahasiswa yang aktivis aktivis, mereka kan terlihat kurang makan", ungkapnya (15/06/2024).


Dia juga mengatakan bahwa harga yang miring itu tidak mengurangi kualitas makanannya. Apalagi setiap hari makanan ludes di serbu mahasiswa. Dia memastikan semua makanan yang dibuatnya hari ini fres.


"setiap hari kita hampir menghabiskan 50 porsi soto, 70 porsi geprek,  dan ratusan gorengan, pasti habis, kalo tidak habis kita langsung hubungi mahasiswa untuk kita bagikan secara gratis", katanya.


Salah satu mahasiswa unisnu Fiki Abdullah mengatakan hampir setiap hari mampir sarapan di Mom Sir. Itu karena hampir semua menu dibandrol dengan harga 5000 Rupiah saja kecuali ayam gepreknya. Yang paling disukai dia disini adalah porsi nasi kulinya.



"Hargnya sangat Rekomendet, dan dimana lagi di kampus ini bisa makan dengan harga terjangkau dengan porsi kulinya, Dengan begitu kan kenyangnya bisa sampai sore, apalagi Mom Sir baik sekali, karena setiap ada kegiatan di kampus, Mom Sir selaku menjadi sponsor utama di bagian konsumsi, semoga selalu ramai dan sehat selalu buat Mom Sir dan sekeluarga",pungkasnya.

Jumat, 14 Juni 2024

Waterbom Gratis Yang Bikin miris Itu Bernama Kali Les.

 Jepara, Magang Unisnu - Sore di Jepara memang selalu banyak cerita. Salah satu cerita kali ini berasal dari Kali Les desa Bapangan Kecamatan Jepara. Lokasi yang tepat berada di pintu air bendungan ini selalu dipadati anak - anak.


Beraneka ragam aktivitas mereka lakukan disana. Sebagian anak-anak bahkan anjlok dengan gaya dari atas pintu air. Meskipun berbahaya, mereka merasa happy dam terpacu adrenalinnua.


Di sisi lain banyak juga para orang dewasa yang terlihat asyik memancing. Tak jarang juga mereka hanya menghabiskan waktu sore dengan bercengkrama di atas pembatas. Beraneka ragam aktivitas tersebut seakan pintu air ini menyimpan kehangatan bagi masyarakat sekitar.


Salah satu remaja bernama Asael mengaku tidak pernah bosan beranjlok ria di kali les tersebut. Ia dan sahabatnya selalu menyempatkan waktu berenang disana setiap akhir pekan. Bahkan remaja yang masih duduk di bangku SMP tersebut sudah hafal dengan resiko dan mara bahaya.


"Seru banget pas terjun dari atas pintu air, kan tinggi dan disana airnya agak tinggi, kalo teman teman yang belum berani paling terjun dari pinggir kali aja, yang terpenting jangan berenang pas musim hujan kak, karena aliran air terkadang deras dari timur",katanya (14/06/2024).


Dia juga bercerita juga tak jarang menemui banyak hewan liar berbahaya saat berenang. Mulai dari ular, biawak, Garangan, dan kodok beracun biasa melintas didepan pandangannya. Meskipun begitu, ia dan kawannya malah merasa senang dan beruntung bisa bertemu hewan berbahaya tersebut.


"Dulu awalnya takut dan panik pas ketemu, tapi kita sekarang malah senang kalo berjumpa hewan hewan itu, setau saya hewan hewan itu malah takut kalo di dekati orang, nyatanya saat ini kita gak pernah digigit atau di serang", bebernya.


Pemuda setempat bernama A'lal Faradys malah senang dengan ramainya pintu air saat ini. Kali yang juga dulu di masa kecilnya menjadi tempat bermainya hingga sekarang masih terlihat sama. Meskipun dia sudah tidak pernah berenang disana, dia mengaku selalu memantau aktivitas kali les sepulang kerja.


"Saya selalu edukasi kepada bocah-bocah disini supaya selalu berhati hati, Senang si melihat mereka beemain di alam, dari pada bermain gadget, tapi jangan sampai ada kecelakaan karena disini kan juga alam, rawan bahaya" Ucapnya ketika membersamai para bocah dipinggir kali.


Lompatan kesekian bocah bocah di kali les jumat sore. (Documentasi Firdiantama)

Dia juga mengatakan banyak temanya yang mampir kerumahnya hanya ingin melihat sunset di kali. Meskipun kurang terlihat sempurna, Sunset disana dirasa cukup memberi kehangatan disetiap obrolan. Ditambah penampakan pemandangan gunung muria dari arah timur bila cuaca cerah.


"Memang meskipun anak - anak disini renangnya dengan gaya ekstrem, tapi itu malah menjadi orang lain terhibur karena seperti melihat atraksi, dan itu kan memang ada disini, mereka menikmati kita juga menikmati, ya meskipun sedikit miris melihatnya",pungkasnya.

Kamis, 13 Juni 2024

Warung Purnama Merubah Wajah Kecil Pantai Waluyo Karangkebagusan

Jepara, Magang Unisnu - Salah satu pantai yang ada di tengah kota jepara yang hampir masyarakat tidak tahu adalah Pantai Waluyo. Pantai yang berada di Kelurahan Karangkebagusan ini sebenarnya sudah ada sejak lama. Namun, Keberadaan Warung Purnama berhasi merubah wajah pantai kecil ini yang dulunya penuh dengan sampah sekarang sudah nampak lebih bersih.


Suasana sejuk Pantai Waluyo meskipun di tengah terik matahari, (Documentasi Firdiantama).

Keberadaan pantai ini memang dulunya jarang diketahui khalayak umum. Letaknya yang berada di pojok kecamatan dan penuh dengan sampah laut membuat tempat ini kurang dipandang. Apalagi dulunya tempat ini hanya digunakan anak muda bermaksiat.

Namun, wajah pantai seketika di sulap melalui tangan dingin Pak Heri. Perubahan itu berawal tatkala dia dan istrinya membuka usaha warung makan di bibir pantai waluyo. Dengan bermodal doa dan percaya, Warung Purnama berdiri dengan kuliner khasnya yaitu Pindang Keraton.

"Awalnya kami melihat adanya peluang ekonomi yang bisa tumbuh di tempat yang kosong seperti ini, namun, merubah tempat yang dulunya penuh sampah ini tidak bisa dengan waktu yang singkat, Saat ini pun di sudut pantai masih terlihat ada banyak sampah karena disini ada aliran sungainya, merapikan tempat seperti ini jujur butuh waktu 5 tahun dan harus sedikit demi sedikit",ungkapnya (13/06/2024).

Pak Heri juga menuturkan bahwa dia sangat suka dan Welcome dengan organisasi yang mau mengadakan acara disini. Dia mengaku tidak pernah takut tempatnya terganggu. Dia malah senang karena kedatangan komunitas dari manca daerah membuat pantai waluyo tambah terkenal.

"Kalau kita tertutup dan menganggap tempat ini milik kita, pantai waluyo tidak akan seindah seperti kalian lihat sekarang, itu tong sampah, dan kursi kursi itu sumbangan dari beberapa komunitas, dan yang sering dilakukan teman - teman komunitas selain mengadakan acara juga bersih bersih pantai",Tuturnya.

Menurut Pak Heri, nama waluyo sendiri diambil dari nama seniman yang pernah hidup disini. Beliau hidup di atas rumah pohon yang dibangun sendiri bertahun-tahun lamanya. Sehingga warga sekitar memberi nama pantai waluyo hingga saat ini.

"Disini dulu kan banyak sekali pohon besar, rumputnya tinggi tinggi, sebelum kita datang disini untuk mendirikan usaha, mbah waluyo yang menjaga tempat ini, ya karena sering disalahgunakan anak muda", bebernya.

Laila tsifani mengaku sering ke pantai waluyo sebagai tempat diskusi bersama teman-temannya. Mahasiswi dan juga pengusaha ini menyebutkan hanya disini pantai yang teduh karena banyak pohon besarnya. Sebab itu, dia sangat suka apalagi disini bisa sekalian kulineran bersama teman - temannya.

"Sebenarnya saya terkejut dengan suasana pantai waluyo sekarang, sumpah dulu disini itu kotor, saya kesini dulu aja diajak kakak saya pas nongkrong sama teman-temannya, tapi sekarang bersih dan ini kok sekarang ada warung dan tempatnya menjadi estetik, makanya ga malu ngajak teman kesini", pungkasnya.

Rabu, 12 Juni 2024

Nelayan Jebak Rajungan Jepara Terjebak Harga Murah

 Jepara, Magang Unisnu - Harga jual hasil laut jenis Rajungan di Jepara terpantau rendah sejak 3 bulan yang lalu. Padahal hari hari ini tangkapan nelayan tidak banyak, sehingga membuat penghasilan nelayan semakin meringis. Sebelumnya harga Rajungan berkisar Rp 75 – 80 ribu perkilo ukuran besar, namun saat ini (12/06/2024), hanya laku Rp 40 – 45 ribu.


Bapak Sunadi dan Mas Hajir sedang bersiap untuk melaut sore nanti. (Documentasi Firdiantama).


Turunnya harga Rajungan di Jepara juga disayangkan beberapa pengepul hasil laut. Banyak spekulasi dari masyarakat mengenai penyebab turunnya komoditas laut tersebut. Mulai dari sepinya konsumen hingga konflik di belahan dunia yang mempengaruhi daya eksport rajungan.


Pak Sunadi (58) warga dukuh pesajen yang juga Salah satu nelayan rajungan ini sedikit merenung dengan harga rajungan akhir pekan ini. Dia mengatakan rendah harga Rajungan cukup terasa bagi dia dan teman temannya. Meskipun demikian mereka harus masih tetap melaut karena tidak ada pekerjaan lain selain terjun ke laut.


”Habis bagaimana lagi, pekerjaan mayoritas warga dukuh sini ya nelayan jebak rajungan, ya mau ramai atau sepi kami tetap miyang (Mencari Rajungan). Yang penting masih ada hasilnya meski dikit. Daripada di rumah tidak ada hasil" katanya.


Dia mengaku kurang taumenau mengenai harga rajungan yang selalu naik turun. Apalagi disini harga jual beli masih di tentukan pengepul. Meskipun begitu, tak jarang dia mendengar satu dua kabar dari pengepul, teman nelayanya, bahkan bos bos ikan.


"Kalau kata teman teman nelayan si sekarang ini Rajungan saya Indonesia sedang keluar rumah, jadi ini lagi musim musimnya, beda lagi dengan pengepul lokal, mereka bilang di pasar saat ini rajungan lagi sepi daya belinya, sepi tersebut kembali lagi kepada situasi ekonomi warga jepara yang mengandalkan furniture, kan furniture lagi musim sepi, beda lagi kalo bos bos besar, mereka mengatakan dunia sedang perang, jadi ekspor rajungan terganggu",tuturnya.


Hal tersebut dibenarkan oleh salah seorang pengepul rajungan dari semarang, Riko. Dia mengatakan bahwa rajungan laut jepara ini salah satu terbaik dan terbanyak di jawa tengah.  Dia bercerita saat ini penyaluran rajungan ke beberapa wilayah tersendat akibat kampanye boikot - boikot.


"banyak resto dan tempat makan saat ini masih mengurangi jumlah belinya karena sepi, ya mereka mereka kebanyakan bercerita soal kampanye boikot produk pro Israel, ya ini benar atau tidak saya hanya mendengar cerita mereka,  kalo begini nelayan lokal lagi yang terkena, tapi kan masih spekulasi, semoga semua kembali normal", ungkapnya.

Senin, 10 Juni 2024

Menilik Gunung Tersembunyi Di Tengah Kota Jepara.

 Jepara, Magang Unisnu - Jepara selalu dikenal dengan aneka keindahan alam didalamnya. Bukan hanya pantainya saja yang tersohor, jepara juga punya pegunungan lereng muria juga cukup nyentrik di dunia wisata. Terdapat satu gunung yang cukup unik dan dipastikan banyak orang tidak mengetahui, yaitu Gunung Wudel.


Sambil menunggu temannya bermain, anak kecil ini berpose penuh percaya diri diatas gunung udel. (Documentasi Firdiantama)


Gunung yang terletak di Kelurahan Potroyudan kecamatan jeparaini berada tepat disebelah utara kali kanal. Gunung ini terbilang cukup unik karena tingginya tidak lebih dari tinggi rumah disebelahnya. Dengan letak yang dihimpit oleh rumah warga, gunung satu ini jarang terekspos oleh masyarakat lokak sekalipun.



Gunung tersebut tebilang sangat unik karena bentuknya yang hanya gundukan batu dan semen dengan puncaknya yang menyerupai udel. Dalam tulisan di papannya, terdapat keterangan bahwa gunung ini dibuat sekitar tahun 1917 sebelum ada negara ini. Meskipun begitu, gunung tersebut terlihat rapi tanpa ada cotetan bahkan rumput liar diatasnya.



Keberadaan gunung terkecil di dunia ini seakan akan menjadi sebuah tempat yang dihormati warga sekitar. Meskipun masyarakat setempat tidak pernah ada yang tau bagaimana pastinya gunung tersebut munculnya. Hal itu terlihat dari  kediaman warga yang bersebelahan langsung dengan gunung udel itu rela tidak mencaplok dan tetap membiarkan gunung itu ada sampai detik ini.


Salah satu anak muda setempat, Inez (21) mengaku gunung udel adalah tempat main di masa kecilnya. Tidak pernah diceritakan oleh orang tuanya tentang gundukan batu tersebut. Yang pasti tidak pernah ada kejadian aneh aneh disana.


"Sampai saat ini kalo sore hari disini banyak anak-anak bermain bola, bapak-bapak ngobrol, Ibu-ibu ngerumpi, ya masih sama aja sejak dulu, ga pernah buat ritual setahuku, wong cuman batu",katanya(10/06/2024).



Meskipun begitu, banyak sekali cerita yang berkembang di masyarakat sekitar mengenai gunung ini. Beberapa warga beranggapan tempat ini dulunya merupakan petilasan Ratu Shima atau Ratu Kalinyamat. Namun tidak sedikit pula bahwa gunung ini dulunya hanyalah blumbang (lubang) sampah yang ditutup dengan semen karena sudah penuh. 


Tidak ada cerita pasti dan tidak ada yang bisa bercerita secara akurat tentang gunung kecil ini.   Hal itu dikarenakan folklor yang beredar tidak punya satu penanggung jawab pasti. Meskipun begitu, masyarakat disana tetap mengaku bangga dan akan tetap menjaga sebagai monumen khas Desa Potroyudan.


Jumat, 07 Juni 2024

Dulu Pada Penasaran, Kini "Ka'bah" di Jepara Mulai Kesepian.

Jepara, Magang Unisnu - Terdapat sebuah masjid di Kabupaten Jepara yang pernah viral dengan bentuk yang unik menyerupai ka'bah di Makkah. Di awal tahun 2024, Masjid yang bernama Baitul Atiq Al-Jabbar sangat ramai dikunjungi pengunjung hanya untuk berfoto. Belum ada satu tahun setelah viral, kini masjid yang berlokasi di desa Mulyoharjo tersebut terlihat sepi.


Masjid Baitul Atiq Al-Jabbar Terlihat masih megah ditengah kesepiannya pasca viral (Dokumentasi Firdiantama)


Masjid ini memang sempat ramai dikunjungi setelah foto-fotonya beredar di media sosial. Diakui atau tidak, kekuatan sosial seringkali memberi dampak kejut kepada masyarakat. Seperti halnya ketika masjid "kabah" ini viral, semua masyarakat seakan akan dibuat penasaran dibuatnya.

Menurut Dwi Wahyu (23) salah satu warga yang rumahnya berada satu lingkup dengan masjid tersebut bercerita soal keriuhan pengunjung di lingkungannya. Dia terkejut dikarenakan banyak masyarakat yang datang mulai dari dalam kota bahkan luar kota. Yang membuatnya sedikit meringis adalah kelakuan para pengunjung yang mampir cuma karena penasaran.

"sempat dulu pas banyak pengunjung datang ekonomi tumbuh dengan beberapa tetangga punya usaha baru jualan jajan kecil kecilan, tapi kan mereka kesini hanya berfoto selfi ria, memang mungkin itu yang membuat tempat ini sempat ramai, tapi lihat sekarang mas, sepi kan, ya kayak biasa ajakan, ya kasihan itu beberapa sampai warungnya tutup wong cuma ramainya sebulan dua bulan",katanya (07/06/2024).

Senada dengan ungkapan wahyu, Dika juga hampir menyampaikan hal yang sama. Dia menyebut bangun masjid ini sedikit nanggung kalau memang sengaja dibuat untuk wisata. akses dan Infrastruktur pendukung lainya belum ada sehingga dia beranggapan pengunjung sudah bosan. 

"Mungkin tempatnya belum siap menjadi destinasi masyarakat, ya saya menduga si masyarakat dari jauh jauh aga kecewa ya, ini kan tergolong kecil dan sempit karena didalam gang, dan gaada pendukung lainya seperti parkiran lalu toilet, mungkin ini yang membuat sekarang sepi",tuturnya.

Dika juga menyampaikan harapannya tentang masjid ini sebagai salah satu destinasi. Dia beranggapan masjid ini bisa menjadi pendongkrak ekonomi masyarakat lagi. Dia saat ini sangat menyayangkan moment dulu tidak bisa terulanh lagi.

" Mungkin dulu pas ramai-ramainya kita bisa tarik parkir puluhan motor setiap siangnya, ibu juga bisa menjual puluhan cup minum setiap harinya, sekarang ya tinggal kenangan, semoga ada hal baru yang bisa membuat viral lagi", Pungkasnya.

Diketahui, bangunan itu dibangun oleh warga setempat bernama Sumanto yang kediamannya berada tepat di depan Masjid. Dan saat ini masjid itu telah diwakafkan dan dibuka untuk umum.

Kamis, 06 Juni 2024

Cerita Dermaga : Ternyata Dermaga sudah mendegar banyak cerita

 Jepara, Magang Unisnu - Kalian pasti sering nampak disetiap sudut kota Jepara penuh dengan anak muda berkumpul. Salah satunya adalah Pelabuhan Jepara, yang terletak kurang dari 3 KM sebelah  barat dari pusat kota. Yups, betul sekali, Pelabuhan dengan dermaga yang cukup panjang hingga hampir ketengah laut tersebut dirasa nyaman dan jauh dari kebisingan kota.


Suasana kehangatan ditengah dermaga pelabuhan jepara ( Documentasi Firdiantama)


Masyarakat hanya di tarif 3000 Rupiah saja permotor untuk masuk pelabuhan. Ketika masuk pelabuhan pun mereka sudah disambut banyak Penjual kopi yang sudah menantinya. Suasana tersebut seakan-akan dermaga pelabuhan sudah siap menampung keluh kesah mingguan masyarakat jepara. 


Atenk (27) merupakan salah satu penjual kopi dan jajanan ringan disana. Dia mengaku sudah hampir Tiga tahun berjualan disana setiap malamnya. Berawal dari kebiasaannya memancing disana, dia mulai melihat ada peluang ekonomi  disana.


"Setiap malam disini banyak anak muda yang berkelompok datang, beraneka ragam mereka punya niat, termasuk dulu saya juga sering kesini sama dengan orang lain sekarang, melihat dulu saya sering mencari tukang jualan minum pas saya mancing terus saya coba coba pas awalnya, eh malah keterusan sampai sekarang", katanya. (05/06/2024)


Pengakuan atenk ternyata dibenarkan adanya oleh salah satu anak muda yang sedang berkumpul dengan temannya. Edi dan temanya sangat suka pelabuhan karena jauh dari suara knalpot motor. Meskipun terkadang angin laut cukup kencang menerpa badan, itu tidak cukup mengurangi rasa kehangatan kebersamaan.


"Saya dan kawan - kawan ini aslinya dari desa yang jauh dari pantai (desa dongos), di sini kami saling curhat mas biasanya, tentang apapun itu, meskipun cuma seminggu sekali, tapi pelabuhan selalu memberikan solusi", ungkapnya.


Bukan hanya kelompok Edi, Idris dan komunitas vespanya pun sering mengadakan rapat di ujung dermaga. Dia menganggap pelabuhan layaknya wisata murah yang sangat mahal. Mahal yang dimaksud  disini adalah kenikmatan bisa bersua ditengah gagahnya dermaga.


"Sering sekali ide ide muncul muncul ditempat seperti ini, pastinya kita sering sekali mengadakan rapat rapat kecil komunitas, Sepertinya hanya disini tempat yang sangat mahal dan tidak ada di penjuru kota Jepara", Pungkasnya.

Rabu, 05 Juni 2024

MELIHAT PELUANG DARI ANGLE TREND ANAK MUDA

 Jepara - Magang Unisnu, Berkunjung ke studio saat ini menjadi satu trend baru anak muda untuk mendapat foto bagus. Akan tetapi, sebagian dari mereka malu jika harus bergaya di depan fotografernya. Melihat peluang tersebut,  salah satu anak muda jepara bernama Ravid berhasil memanfaatkannya dengan membuka Meta Studio.


Sesi wawancara di dalam meta studio bersama Ravid selaku owner.


Meta studio sendiri menawarkan konsep berfoto sendiri, tanpa ada fotografer. Tidak hanya itu, mereka juga menawarkan konsep kekinian dan fasilitas lengkap didalamnya. Dengan menampilkan latar belakang kreatif, pencahayaan dramatis, dan estetika mempesona juga beberapa kostum lucu dan unik.


Ide tersebut didapatkan Ravid ketika berkunjung di studio milik temanya yang ada di daerah kalinyamatan Jepara. Dia menganggap konsep milik temannya ini temannya ini tergolong unik. bagaimana tidak, konsep seperti ini sebelumnya hanya ada di kota kota besar.


Setelah mengamati pasar dan cara kerja studio foto milik temanya, pemuda berusia 22 tahun ini lantas mencoba mengaplikasikannya. Dia memberanikan diri menyewa tempat bekas gudang furniture yang di sulap menjadi studio. Dengan ditemani satu temannya, Meta Studio sudah hampir berdiri 6 bulan dengan omset perbulannya mencapai 20 juta.


"Foto dengan konsep seperti ini saya rasa masih jarang di kota kecil seperti jepara ini, mungkin ada tapi jarang sekali, apalagi dengan fasilitas dan paket yang kami berikan mungkin ini jadi yang terbaik, terutama lokasi kita yang tidak jauh dari kota menjadi keuntungan teman-teman yang pingin mampir ke studio kita",katanya (03/06/2024).


Dia juga mengungkap bahwa anak muda sekarang malah malu ketika berhadapan dengan fotografer. Keleluasaan dan kebebasan  berpose dan berekspresi dirasa kurang nyaman bila ada orang lain di depannya. Dengan adanya fasilitas layar monitor dan remot para pengunjung bisa mereview gayanya sendiri dan menjepret sewaktu-waktu.


"Memang butuh modal banyak ketika kita harus menyediakan layar monitor, tetapi kelebihannya teman-teman bisa melihat posenya langsung seperti melihat cermin, warna dan cahaya juga bisa mereka lihat sehingga kita ga perlu edit foto lagi, dan mereka bisa langsung dapat hasilnya tanpa menunggu besok besok lagi", Ujarnya.


Sepasang kekasih muda, Mutya dan Royan juga mengungkapkan rasa puas kepada studio satu ini. Mereka mengaku bisa bebas bergaya dengan hasil yang sesuai dengan ekspektasi. Apalagi mereka juga suka dengan koleksi konstum yang unik dan lucu dengan berbagai karakter hewan maupun kartun.


"Kita tau ada studio seperti ini tentunya lewat sosial media, ya tepatnya di Instagram, banyak sliweran di story WhatsApp teman-teman yang berfoto disini juga, kita ya jadi penasaran dan memang ngga mengecewakan hasilnya", ungkap mereka.


Mendengar hal itu menjadikan semangat Ravid bertambah. Rencananya, Meta Studio akan dikembangkan di segala lininya. Tentunya dengan tujuan menambah memamjakan pengunjung dalam pelayanannya. 


Di sesi ini, Pemuda yang juga sebagai owner Meta Studio memilih enggan menyebutkan pricelistnya. Dia memang sengaja tidak membeberkan list harganya di media sosial karena itu bagian dari strategi marketingnya. Dia hanya menuturkan bahwa tempatnya punya banyak paket penawaran dan tentunya ramah di kantong.


"Selama ini memang hal tersebut bagian strategi kita dalam menggiring pengunjung ke tempat kita, tentunya kami menawarkan paket penawaran setiap mereka datang ke studio, demi menjaga kualitas hasil di tempat kita", pungkasnya.


Selasa, 04 Juni 2024

Omah Ijo dan Tingginya Minat Tanaman Hias Masyarakat Jepara

 Jepara, Magang Unisnu - Banyak macam tanaman masih terus diminati di berbagai kalangan masyarakat Jepara. Hobi mengoleksi berbagai macam tanaman hias ini bukan hal yang asing di telinga warga kota ukir. Salah satu pusat penjualan tanaman di Jepara yaitu "Omah Ijo". 


Sore itu bersama Mas S. Waluyo di halaman tokonya omah ijo. (Documentasi firdiantama)


Disini menjual berbagai macam tanaman hias, bibit sayuran, bibit buah-buahan dan berbagai macam kebutuhan yang diperlukan untuk bercocok tanam. Pemilik Omah Ijo, S. Waluyo mengaku minat masyarakat jepara terhadap tanaman khususnya tanaman hias terus mengalami kenaikan peminat setiap tahunnya, seperti tanaman yang dapat diletakkan di indoor ataupun outdoor. Ditambah kota Jepara termasuk kota yang sepi, yang lebih cocok dikatakan sebagai kota pensiunan.

"Jepara itu seperti kota pensiunan, Sepi tidak banyak industri, Jadi banyak warganya yang menghabiskan waktunya bermain tanaman hias, karena itu minat masyarakat terhadap tetap tinggi setiap tahunnya juga tetap mengalami kenaikan peminat, harga tanaman yang dijual disini dimulai dari 10 ribu sampai tak terbatas karena terdapat juga tanaman koleksi yang harganya cukup mahal," ujarnya, selasa (4/06/2024)

Dia menambahkan bahwa manfaat menanam tanaman dirumah seperti menanam sayuran dapat bermanfaat untuk konsumsi, tanaman hias dapat dijadikan hiasan untuk mendekor atau mempercantik rumah dan sumber oksigen. Untuk Tips perawatan mananam yaitu 2M dengan mempersiapkan tanaman dengan media tanam yang benar dan merawat tanaman dengan benar seperti menyiram tanaman dengan rutin serta memberikan pupuk.

Menurut Tio, pemuda yang juga salah satu pengunjung menyampaikan bahwa pada awalnya dia tidak pernah belajar tentang tanaman. Pemuda satu ini  sebenarnya terinspirasi dengan temanya yang lebih dulu bermain tanaman. Setelah dikenalkan omah ijo oleh temanya, dia mulai senang mempercantik halaman depan rumah dengan tanaman hiasnya.

"saya dulu belum kenal dengan bagaimana cara tanam menanam, menjadi hal yang tabu karena rumah saya juga di desa sudah banyak tanaman, lalu saya dikenalkan teman saya di sini (omah ijo), sejak saat itu lingkungan rumah tampak tenang dan asri, Saya juga menanam sayur-sayuran seperti sawi, tomat dan cabe yang dapat saya konsumsi sendiri untuk bahan masakan. Untuk mengikuti trend sekarang tanaman hias ini juga saya jadikan untuk dekorasi ruangan karena menimbulkan efek yang positif, mempercantik ruangan, menimbulkan kesan nyaman dan elegan," imbuhnya.

Senin, 03 Juni 2024

Seputar Kehebatan Kampus - Berawal Dari Menabung Hingga Menjadi Mahasiswa Hebat.

 Jepara, Magang Unisnu - Sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui, sebuah pepatah yang pantas disematkan kepada mahasiswa asal Unisnu yang bernama Chafid Ulil Yusuf. Bagaimana tidak mahasiswa yang akrab dipanggil Chafid itu mampu membiayai kuliahnya secara mandiri dan juga memiliki banyak prestasi membanggakan.


Dengan gagah berani Chafid berpose di depan kamera sesaat setelah sesi wawancara. (Documentasi Firdiantama)


Dia mengaku Setelah dari SMK Chafid tidak langsung kuliah. Dia juga sempat bekeinginan untuk mendaftar PTN di luar Jepara tapi selalu gagal.

 "Saya sempat kepikiran mendaftar PTN di luar Jepara tapi selalu gagal akhirnya mendaftar di sini, kebetulan kedua kakak saya juga berasal dari sini," ujarnya (03/06/2024).


Meskipun memiliki orang tua masih sanggup untuk membiayai kuliah, Chafid tetap membiayai kuliah secara mandiri melalui tabungan yang dia dapatkan ketika masih bekerja.


" Saya membiayai kuliah secara mandiri dari tabungan selama saya bekerja di perusahaan, dan saya juga mencari beasiswa untuk sedikit meringankan beban biaya," ungkap Chafid.


Chafid memang mahasiswa yang memiliki banyak prestasi salah satunya mendapatkan juara taekwondo tingkat nasional dan kejuaraan taekwondo tingkat internasional. Kehebatan lainya yaitu dia adalah salah satu bagian mahasiswa pertukaran pelajar di Padang. Dia juga terpilih sebagai Wakil Presiden BEM periode 2022/23. 


" Saya awalnya tidak ada niatan untuk menjadi Wapresma, saya diajak oleh partai dan Alhamdulillahnya saya terpilih," ungkapnya.



Proses memang tidak pernah mengkhianati hasil. Berbagai prestasi mulai dari tingkat nasional hingga internasional pernah didapatkan. Mendapatkan amanat sebagai Wakil Presiden BEM Unisnu. Hingga pernah menjadi bagian dari program pertukaran di Padang. Semua itu berhasil didapatkan berkat kegigihan dan kesabaran seorang Chafid.


Sebuah tamparan bagi kita yang masih mengeluh tentang beratnya dunia perkuliahan. Sedangkan diluar sana masih banyak yang ingin berkuliah seperti kita atau bahkan memiliki beban yang lebih berat seperti membiayai kuliah secara mandiri dibandingkan kita yang masih bergantung kepada orang tua.


Chafid juga memotivasi kita para mahasiswa untuk menambah value diri dengan mengikuti kegiatan kegiatan kampus.

" Kita berkuliah tidak hanya sebatas untuk belajar, coba ikuti beberapa kegiatan kampus bukan cuma kuliah pulang kuliah pulang itu bisa berguna untuk menunjang kemampuan dan menambah portofolio kita yang suatu mungkin akan berguna di dunia kerja," tambahnya.


Sebuah motivasi untuk kita semua sebagai mahasiswa agar lebih dapat meningkatkan kemampuan yang mungkin suatu saat akan berguna tanpa kita ketahui sekaligus menjadikan untuk lebih mengerti mengenai apa arti dari sebuah kegigihan.

Sabtu, 01 Juni 2024

Dirgahayu Teater Tuman Terbalut Di Sajak Rindu.

 Jepara, Magang Unisnu - Teater tukul manfaat (Tuman)  merayakan hari jadinya yang ke 28, Jumat (31/05/2024) di halaman rektorat Unisnu. Perayaan bertajuk Sajak Rindu ini berhasil mendatang para sesepuh lintas angkatan. kegiatan ini sekaligus sebagai ajang silaturahmi para pengurus dengan para alumninya.


Penyerahan potongan tumpeng oleh lurah teater tuman kepada pembina internal Ibu Murniati. (documentasi firdiantama)


Sajak rindu sendiri merupakan istilah baru dari harlah teater tuman. Hal ini di inisiasi pengurus baru untuk menarik perhatian para sesepuh lintas angkatan bersilaturahmi. Tentunya dengan harapan teater tuman tetap guyup dan gotong royong dengan saling mengenal setiap angkatan.


Acara di buka dengan khidmat dengan bacaan tahlil yang dipimpin oleh salah satu dongkol lurah. Penampilan pembacaan puisi oleh Adi dan Reza berhasil memantik tamu untuk ikut berpuisi. Bagaimana tidak, Mak Tatik, Mak Cicik dan Ibu Dosen Murniati juga turut menyumbangkan sajak kerinduannya di atas panggung.


Lurah teater tuman, Viki Santoso mengucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada para sesepuh yang sudah hadir. Baginya ini sangat penting untuk keberlangsugan suatu organisasi. Apalagi eksistensi teater tuman pastinya buah dari tangan - tangan kreatif pendahulunya.


"Kegiatan seperti ini sengaja kita inisiasi untuk kita saling mengenal, bagaimana organisasi ini tumbuh sampai dua puluh delapan tahun, pastinya setiang angkatan punya kerinduan tetapi belum ada wadahnya, nah ini semoga menjadi program positif disetiap tahunya dan dilanjutkan", katanya.


Ia juga menambahkan bahwasanya saat ini hubungan komunikasi dengan para sesepuh mulai sulit. hal tersebut menjadi rintangan tersendiri baginya dalam berproses di sanggar. karena bagaimanapun sanggar masih membutuhkan para sesepuh yang kreatif dan mensuport karya warganya.


"Setiap kali kita pentas, jarang sekali para sesepuh datang, padahal kita selalu butuh dukungan dan arahan pastinya, apalagi saat ini kita sedang mempersiapkan festival monolog nasional yang membutuhkan perhatian mereka, mungkin ikut mempromosikan kegiatan kita, syukur syukur para sesepuh datang dan melihat kehebatan kita", Tambahnya.


Hal yang sama juga di ungkapkan Havis, dongkol lurah tuman tahun 2018. Dia mengaku setelah lulus berkuliah sudah jarang lagi bermain di sanggar. Dia sangat senang dengan sajak rindu yang berhasil mempertemukannya dengan teman seangkatannya.


"Semoga ulangtahun tumanke 29 nanti sajak rindu masih ada, karena tidak ada alasan lagi untuk tidak ke kampus utamanya ke sanggar berjumpa teman-teman dan pengurus sehingga rindu ini tersapu bersih dengan pertemuan ini", ungkapnya.


Di moment akhir perjumpaan pada sesi melingkar bersama, kang sapiteng salah satu sesepuh angkatan lama bercerita masa lalunya. Perjumpaan ini merupakan moment yang penting baginya karena memori yang terkenang sangatlah mahal. Ia bercerita dirinya yang sekarang adalah hasil didik teater tuma berapa belas tahun yang lalu.


"Selamat Ulang tahun Teater Tuman, saya berhutang budi terhadapnya, ilmu berperan sangatlah penting dalam kehidupan apalagi ditengah dunia yang penuh tipu daya ini, saya ingat betul ketika saya dan teman-teman berproses di sini, dan semoga teater tuman tetap menumbuhkan manfaat seperti namanya Tukul Manfaat", Pungkasnya.


Jumat, 31 Mei 2024

Dibalik Ekonomi Desa Yang Surplus, Ada Ibu - Ibu Yang Terampil.

 Jepara, Magang Unisnu - Usaha kecil pengusaha konveksi dari daerah kalinyamatan membantu masyarakat di desa Kedung Malang memberikan dampak positif bagi perekonomian keluarga. Sebelumnya, ibu-ibu di desa ini hanya mengandalkan penghasilan suami yang bekerja sebagai nelayan dengan penghasilan yang tidak menentu. Kini, dengan adanya usaha konveksi, mereka dapat membantu mengurus rumah tangga dan menambah penghasilan keluarga. (Jumat , 31/05/24)


Kesibukan sehari-hari Bu Triani di kediamannya.


Banyak ibu-ibu di desa Kedung Malang yang kemudian belajar menjahit untuk membantu perekonomian keluarga. Pengusaha konveksi kecil dari daerah Kalinyamatan dan sekitarnya memberikan pekerjaan menjahit dengan mengantarkan bahan ke rumah para ibu penjahit rumahan. Pengusaha konveksi memberikan kain yang sudah dipotong dan diukur, serta menargetkan tanggal penyelesaian. Setelah jahitan selesai, pengusaha konveksi akan mengambilnya kembali.


Para ibu penjahit rumahan mendapatkan upah Rp2.000 per celana yang mereka buat. Dalam sehari, mereka dapat membuat sekitar Enam Puluh celana. Upah mereka akan dibayarkan dalam waktu seminggu sekali.


Salah satu ibu penjahit rumahan, Triani, mengungkapkan rasa syukur atas adanya pekerjaan menjahit ini. Triani senang dengan pekerjaan ini karena dia bisa membantu ekonomi keluarga dan tetap mengurus rumah tangga. Apalagi dengan kesibukannya saat ini, ia dan ibu - ibu lainya jadi punya kegiatan menghasilkan.


"Alhamdulillah ada pekerjaan menjahit ini yang bisa dikerjakan di rumah dan masih tetap bisa mengurus rumah tangga, ini sedikit banyak membantu ekonomi keluarga, dan kalo mau telaten pasti desa ini bisa maju," ujarnya. 


Bu Kaji Erna seorang pengusaha konveksi mengatakan ibu-ibu di Desa Kedung Malang banyak berterima kasih dengannya. Hal itu atas adanya pekerjaan menjahit yang dapat mereka lakukan di rumah sambil mengurus keluarga. Terlebih membuat para ibu disana lebih terampil dan produktif.


"Kedatangan kita sekarang membuat banyak ibu-ibu di desa Kedung malang yang kemudian belajar untuk menjahit, untuk bisa juga ikut bekerja membantu perekonomian keluarganya, ya meskipun sedikit, tapi mereka sekarang memiliki keterampilan dan yang terpenting mereka sekarang tidak membuang waktu ke hal negatif." ungkapnya.

Rabu, 29 Mei 2024

Tukang Sapu Jalan di Tahunan: Pahlawan Kebersihan yang Tak Terlihat

 Jepara, Magang Unisnu - Sinar mentari mulai merangkak naik ke langit biru pagi itu. Seorang pria berusia 48 tahun dengan gigih menyapu dedaunan dan sampah yang berserakan di tepi jalanan Tahunan.


 Ekspresi Pak Mustain yang penuh semangat meskipun ditengah bau yang menyengat. (Documentasi Firdiantama)

Mustain namanya. Hanya sapu, pengki dan gerobak sampah yang setia menemaninya. Bau busuk sampah yang menyengat tak jadi halangan baginya. Mustain sangat berharap agar masyarakat sadar akan kebersihan dan tidak membuang sembarangan.

"Ya, kalau lingkungan Jepara bersih itu untuk siapa sih, kan memang untuk kenyamanan masyarakat sendiri" kata Mustain pada Sabtu (29/5) di Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Tahunan, Jepara. 

Ternyata, masih banyak masyarakat yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitar dan berpikir bahwa tugas penyapu jalan itu sekaligus membersihkan sampah mereka. Padahal nyatanya tidak. 

"Kita petugas dari dinas memang dibayar pemerintah untuk membantu masyarakat, tetapi kan ada prosedurnya, ada tata caranya, pemerintah menyediakan tempat pembuangan sampah disini ya agar masyarakat membuang sampah mandiri" ucapnya penuh harap. 

Mustain yang berdomisili di Nalumsari itu telah bekerja sebagai petugas penyapu jalan selama 16 tahun. Berbekal ketekunannya, Mustain berharap bisa ikut andil dalam upaya menjadikan wilayah Jepara lebih bersih dan asri.

Selasa, 28 Mei 2024

Kisah Inspiratif Bapak Zainudin, Pedagang Keliling yang Sukses Mendanai Pendidikan 3 Anaknya

 Jepara, Magang Unisnu - Di balik kesederhanaan aktivitas sehari-hari sebagai pedagang keliling, tersimpan kisah inspiratif seorang ayah, Bapak Zainudin (64 tahun), yang mampu memberikan pendidikan yang layak bagi ketiga anaknya meskipun dengan pemasukan harian yang terbatas.

 

Potret keceriaan dibalut kesederhanaan Pak Zainudin saat menunggu pembeli.


Ditemui di tepi jalan tahunan, Bapak Zainudin menceritakan bahwa sebagai seorang pedagang keliling, ia mampu menghasilkan pemasukan sebesar 25 ribu rupiah setiap harinya. Meskipun jumlah ini tergolong kecil, namun dengan ketekunan dan keuletan, Bapak Zainudin bisa membiayai kuliah ketiga anaknya secara mandiri.

 

"Pemasukan saya memang kecil jika di nalar itu tidak cukup untuk membiayai kuliah, tapi Alhamdulillah Allah memberi kecukupan dan selalu ada jalan untuk biaya kuliah anak anak saya," ungkap Bapak Zainudin dengan penuh semangat.

 

Ketiga anak Bapak Zainudin, yang kini sedang menempuh pendidikan di tingkat perguruan tinggi, merasa bersyukur atas perjuangan dan pengorbanan ayahnya. Mereka mengakui bahwa semangat dan keteguhan Bapak Zainudin telah menjadi inspirasi bagi mereka untuk terus belajar dan berusaha meraih impian.

 

Kisah sukses Bapak Zainudin ini menjadi contoh nyata bahwa dengan tekad dan kerja keras, segala keterbatasan bisa diatasi. Semangat dan cinta kasih seorang ayah mampu mengubah impian menjadi kenyataan, mengukir prestasi gemilang meski dari lingkungan sederhana.

 

Semoga kisah inspiratif Bapak Zainudin dapat memberikan motivasi bagi banyak orang untuk tidak pernah menyerah dalam menggapai cita-cita, sekecil apapun langkah yang diambil. Semangat dan keberanian adalah kunci menuju kesuksesan, seperti yang telah ditunjukkan oleh Bapak Zainudin, pedagang keliling yang sukses mendanai pendidikan anak-anaknya dengan penuh keikhlasan.

Senin, 27 Mei 2024

LPM FOKUS KEMBALI BEKALI MAHASISWA KPI ILMU JURNALISTIK TINGKAT LANJUT

 Jepara - Magang Unisnu, Program pelatihan jurnalistik tingkat lanjut (PJTL) Kembali diadakan LPM Fokus Unisnu Jepara. Kegiatan lanjutan dari program pelatihan jurnalistik tingkat dasar (PJTD) ini dilaksanakan di kompleks pondok pesantren Ats-Tsuroya pada, jumat, (24/05/2024). Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini berhasil menghasilkan karya luar biasa yaitu dua karya koran tempel.


Dua layout koran tempel dipamerkan peserta saat sesi foto bersama di penutupan acara. (Documentasi Firdiantama)


Berbeda dengan PJTD, mahasiswa kali ini diajak lebih fokus kepada praktik. Mereka tidak lagi dikenalkan teroi - teori jurnalistik, melainkan menindak lanjuti teori dasar yang sudah mereka dapatkan. Salah satu praktik yang mereka lakukan adalah praktik layout koran tempel.



Program PJTL ini memiliki tema “ Menuju Pers Mahasiswa yang Progresif dan Adaptif”. Sesuai dengan tema kali ini, setiap individu dituntut untuk dapat membuat berita. Tentunya dengan jenis berita yang berbeda agar isi koran tempel per kelompok menarik. 

Pimpinan umum LPM fokus yang juga mahasiswi KPI semester enam, Maisya Ayyasy mengatakan bahwa PJTL ini penting adanya untuk para adik tingkat. Ilmu jurnalistik tingkat lanjut seperti ini sangat penting untuk dipahami. Apalagi nanti pastinya teman-teman akan membutuhkan ilmu ini pada saat semester lanjut. 


"Kegiatan ini merupakan salah satu program yang kami rancang untuk mahasiswa meningkatkan ilmu jurnalistiknya dari dasar ke tingkat lanjut, ini memang menjadi fasilitas adik adik tingkat kita sebagai sarana belajar", Katanya.


Dia juga menambahkan program ini juga di desain unik dari sebelumnya. Dia memanfaatkan teman-temannya yang sedang menjalani magang diberikan ruang sharing ilmu. Dirinya berharap teman-temannya yang sedang magang di Beta News, Suara Merdeka, dan TVKU semarang dapat menyalurkan ilmunya ke adik tingkatnya. 

"saat ini kan kita semester enam juga sedang magang di berbagai tempat, ada yang di jurnalistik media cetak juga ada yang di media online, ada juga yang di media Penyiaran, pastinya mereka sudah bisa meng share Apa yang teman-teman dapat untuk kemudian menjadi pengetahuan baru peserta PJTL", tambahnya.


Mahasiswa KPI semester 2 yang juga menjadi peserta, Riyan mengungkapkan bahwa PJTL kali ini cukup membantu dirinya. Dia mengaku masih banyak pertanyaan setelah pulang dari Pelatihan Jurnalistik Dasar. Apalagi ada kakak tingkat yang mau sharing pengalaman magangnya menambah wawasan baru baginya.


"Alhamdulillah saya senang bisa melanjutkan teori jurnalistik dasar ke praktik jurnalistik tingkat lanjut bersama LPM Fokus, apalagi disini banyak praktik baru seperti menglayout berita kita sendiri yang sebelumnya ga pernah tau caranya, dengan bantuan dan ilmu kakak kakak tingkat ini sengat membantu kami dan menurutku PJTL wajib di laksanakan setiap tahunya" Tuturnya.


Jumat, 24 Mei 2024

Hadirkan produk literasi, Forum TBM Jepara mewarnai Gelar karya Pendidikan Jepara 2024.

Jepara, Magang Unisnu - Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Jepara ikut serta mewarnai pagelaran karya dalam menyambut hari pendidikan nasional, (24/05/2024) di alun alun satu Jepara. kali ini  mereka menghadirkan produk - produk literasi yang diproduksi oleh dua puluh tujuh TBM aktif seluruh Jepara. Mulai dari produk makanan, minuman, souvenir, juga produk interactive seperti dolanan tradisional.


Foto bersama Bupati Jepara (sebelah kanan) Bersama Ketua DPRD Jepara (Sebelah kiri) beserta jajarannya saat mampir di stand milik Forum TBM Jepara.


Beberapa karya dari TBM terpajang dengan rapi di stand nomor 60. Dengan membawa banyaknya karya, beberapa alat - alat permainan tradisional nampak tidak punya tempat. Itu terlihat dari beberapa alat permainan tradisional yang dipasang didepan stand seperti egrang.

Selaku Ketua Forum TBM Jepara, Den Hasan mengaku karya yang di bawa kali ini memang benar-benar banyak. beberapa produknya ada  alat peraga edukasi (APE), Inovasi olahan makanan, produc dari limbah, buku dongeng, novel dan masih banyak lagi. Selain itu forum ini juga membagi - bagikan  beberapa bukunya sebagai doorprize.

"Kalau di sebutkan producnya banyak sekali, apalagi inovasi olahan makanan ada bubuk jahe, bubuk kunyit, bubuk temulawak, disini juga ada juga produk tas yang terbuat dari limbah plastik,  selain itu kami juga membawa buku - buku dari karya setiap TBM untuk kita bagikan", katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwasanya TBM saat ini dinilai masyarakat hanya sekedar ruang baca. Padahal TBM bisa menjadi ruang belajar, ruang berkarya, ruang ekonomi dan ruang inovasi lainya. karena yang terpenting dari TBM itu adalah pasca bacanya.

"karena literasi itu ya kegiatan pasca baca, inovasi apa yang timbul setelah membaca, dan kami ingin menunjukkan itu, tentunya dengan harapan gerakan literasi semakin di mengerti dan diketahui orang banyak sehingga cita - cita kita terwujud yaitu lewat Kartini literasi jepara menjadi lestari",tambahnya.

Harapan itu sejalan dengan apa yang disampaikan PJ Bupati Jepara, Edy Supriyanta, ATD., SH., M.M. saat membuka acara. Beliau berharap semoga pagelaran karya ini dapat memotivasi masyarakat untuk dapat terus mengeksplorasi diri. Sehingga mewujudkan profil pelajar pancasila dalam implementasi kurikulum merdeka.
"Pesan saya kepada bapak ibu guru dan anak - anakku seluruh peserta didik, teruslah berinovasi, mengeksplorasi diri dan tingkatkan kompetensi",tuturnya.

MELALUI PROGRAM ORSHARING, UKM ORSHA UNISNU BEKALI KETERAMPILAN BERBAHASA PARA SANTRI.

 Jepara, Magang Unisnu - Unit kegiatan mahasiswa  (UKM) Orsha sukses menggelar program pengembangan keterampilan pada hari kamis, (23/05/2024) di Pondok Pesantren Nurul Ikhlas di Desa Langon. Kegiatan ini diberi nama ORSHARING dengan tema "Empowering youth through language to care, and appreciate diversity together". Disini mereka saling sharing pengetahuan bahasa khususnya bahasa inggris dan bahasa arab kepada santri dan santriwati pondok pesantren.


Sesi foto bersama saat Opening Ceremony. (Documentasi Firdiantama)


Progam pengembangan keterampilan ini juga dibalut dengan kegiatan pengabdian. mereka tidak hanya sharing pengetahuan saja, tetapi mereka juga melakukan sharing sumbangan. Bantuan sumbangan tersebut sengaja diberikan kepada masyarakat sekitar pondok pesantren yang membutuhkan.



Orsharing kali ini di dikonsep sangat ramah sekali. Kegiatan ramah tamah tersebut memberi kesempatan peserta untuk perform (Sing a song & poem). Yang kemudian di ikuti oleh performance Pengurus (Sing a song).


Selaku ketua ukm orsha, Najih Al Azizi mengaku gembira dengan respon para santri. Ia mengatakan kegiatan ini berlangsung lancar dengan sesuai targetnya. Itu dikarenakan para santri disiplin dan menyimak acara dengan baik.


"alhamdulillah menyenangkan, disini mereka menyambut kami dengan baik, program ini sebenernya memang untuk pengembangan skill teman-teman santri, kami juga yang sebagai mahasiswa punya tanggung jawab moral menyalurkan pengetahuan kepada masyarakat", katanya. 

Dia juga mengungkapkan program ini adalah pengabdian nyata. Dengan mengembangkan ilmu bahasa inggris dan bahasa arab serta membantu masyarakat yang membutuhkan. Dan memastikan hubungan baik dengan masyarakat melalui programnya.

" Kami punya harapan dimana diadakannya kegiatan orsharing adalah agar bisa memberikan dampak positif kepada masyarakat khususnya kepada pondok pesantren dalam hal pengembangan bahasa serta melatih jam terbang para santri dalam bertutur bahasa Arab dan Inggris", Imbuhnya.


Salah satu santri juga peserta Orsharing, Muhammad mengaku tertarik pada Kegiatan ini. Dia memang saat ini sedang belajar bahasa Inggris. Dengan program ini, dia bisa belajar dan mempresentasikan hasil belajarnya kepada Teman-teman UKM Orsha.

"Terimakasih kakak kakak sudah datang disini, kami sangat senang karena kami bisa sharing mengenai ilmu berbahasa, dan kamu jadi tau mana yang benar mana yang salah", ungkapnya.


Dia juga berharap program seperti ini harus rutin dilakukan. Karena lebih dari empat puluh temannya yang mengikutu jadi punya kegiatan. Apalagi kegiatan positif yang bisa menambah keterampilan teman-temannya.


"Semoga kakak-kakak Orsha datang kesini lagi, kita belajar lagi dan bermain lagi, jadi kan aku dan teman-teman punya kegiatan", Pungkasnya.

Coprights @ 2016, Blogger Templates Designed By Templateism | Templatelib